PT Pindad Akan Tambah Kapasitas Produksi Peluru Kecil hingga Rudal

BANDUNG – PT Pindad (Persero) berencana menambah kapasitas produksi Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB) atau menengah, hingga roket/rudal.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Laksda TNI Agus Setiadji beberapa waktu lalu.

“Itu dalam rangka rencana penambahan kapasitas produksi pindad untuk Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB) atau menengah, Roket/Rudal dan lain-lain yang juga menjadi program pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan,” kata Abraham dalam siaran persnya, Minggu (8/3/2020).

Menurut dia, dukungan untuk menambah kapasitas produksi Pindad dalam rangka mendorong kemampuan local industry, menuju kemandirian Alpalhankam (Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan), sehingga Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung kepada produksi negara lain.

Pada kunjungan itu, Wamenhan dan Sekjen Kemhan melihat kemampuan produksi Pindad, khususnya munisi berbagai kaliber. Pada kunjungan itu juga disampaikan rencana peningkatan kapasitas ke depan.

Abraham berharap, dukungan penuh Kementerian Pertahanan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produksi Pindad dapat segera terealisasi.
“Harapan Pindad agar dukungan penuh dari Kementerian Pertahanan ini segera terlaksana terhadap penambahan kapasitas produksi, serta peningkatan kualitas produksi Pindad untuk mendukung kemandirian Alpalhankam,” lanjut Abraham.

Wamenhan beserta rombongan mengunjungi berbagai fasilitas produksi Divisi Munisi Pindad yang memiliki luas 166 hektare dan terdiri dari fasilitas produksi MKK, MKB atau menengah dan fasilitas pengembangan serta laboratorium uji munisi. Beberapa waktu lalu gedung fasilitas produksi MKK juga diresmikan untuk menambah kapasitas dari kebutuhan TNI Polri yang masih belum tercukupi.

Lahan Divisi Munisi juga masih luas yang belum terpakai dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik-pabrik munisi baru maupun pabrik propellant yang merupakan bahan baku utama munisi dan belum tersedia di dalam negeri. Letak Divisi Munisi juga sangat strategis karena dekat jaraknya dengan Bandara Juanda dan Abdurachman Saleh serta Pelabuhan Tanjung Perak.

Catatan: Artikel asli bisa disimak DI SINI

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.