Pengusaha Warteg di Jakarta Sebaiknya Jangan Mudik

PENGURUS Koperasi Warung Tegal (Kowarteg) meminta seluruh pengusaha warung tegal (warteg) yang ada di Jakarta agar tidak pulang kampung atau mudik saat hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tidak  kalah penting juga meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memberi perhatian khusus soal kesehatan mereka. Hal itu disampaikan pembina Kowarteg Harun Abdi Manaf, saat dihubungi Media Indonesia di rumahnya di kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu (8/4).

Harun mengimbau seluruh pengusaha warteg asal Kota Tegal di Jakarta khususnya dan kota kota lainnya seperti Bogor dan Bandung agar menahan diri untuk tidak pulang kampung.
    
“Sebaiknya menahan diri untuk tidak mudik. Toh tidak setiap tahun karena Lebaran Lebaran sebelumnya juga bebas mau mudik atau tidak,” ujar Harun.
    
Ia menuturkan jika para perantau memaksa pulang kampung halaman, dikhawatirkan akan membawa virus Covid-19 dan menularkannya kepada keluarga, saudara dan tetangga sekitar.
     
“Agar silaturahim tidak terputus bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi video call,” ucap Harun.
     
Dia menyebut saat ini sudah ada sekitar 200-an dari 900 pengusaha warteg asal Kelurahan Cabawan pulang kampung. Mereka saat ini tengah menjalani karantina mandiri di rumah masing masing setelah sebelumnya mereka didata dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas setempat. Harun juga secara khusus menyampaikan permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar warga Tegal yang bekerja sebagai pengusaha warteg itu mendapatkan perhatian, khsusunya dalam hal kesehatan.
     
“Karena selama ini para pengusaha warung Tegal telah ikut membantu menyediakan makanan siap saji bagi warga Jakarta,” ucap Harun.

Meski di Kelurahan Cabawan banyak warga yang merantau di Jakarta, namun pihak kelurahan setempat tidak melakukan lockdown atau penutupan akses jalan masuk desa. Terlihat masih banyak kendaraan dari luar kota bebas keluar masuk desa. Kondisi ini pun dikeluhkan warga. Mereka khawatir para pemudik yang baru tiba di kampung halamannya itu membawa virus korona.

Seperti diketahui, Kelurahan Cabawan Kecamatan Margadana Kota Tegal Jawa Tengah, merupakan salah satu kampung sentra pengusaha warteg di Kota Tegal setelah Desa Sidakaton dan Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. (OL-3)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.