Pakar Hukum: Pidana Beri Efek Jera kepada Pelanggar Protokol Kesehatan

JAKARTA – Negara perlu menindak tegas pelanggar protokol kesehatan mengingat penyebaran virus korona masih tinggi. Sanksi pidana bagi pelanggar dengan kesalahan berat akan menciptakan efek jera dan menjadi contoh bagi warga lain.

 

“Pelanggar paling berat perlu dikenakan pidana sebagai upaya cipta efek jera,” tegas Pakar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana Indriyanto Seno Adji dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 8 Agustus 2020.

 

Namun, sanksi pidana tidak boleh menjadi seperti menambah persoalan di lembaga pemasyarakat dan rumah tahanana yang sudah kelebihan kapasitas. Untuk itu, jenis pidana untuk pelanggar tidak perlu berbentuk pidana kurungan

 

“Bisa ditetapkan kebijakan pemidanaan sosial untuk jangka waktu tertentu yang disamakan dengan pidana penjaranya,” ujarnya.

 

Contohnya, pelanggar dengan hukuman penjara 2 bulan bisa diganti dengan kerja sosial. Kerja sosial bagi pelanggar protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 pun bisa disesuaikan hakim.

 

“Jenisnya bisa dengan membantu petugas kesehatan di rumah sakit dalam penanganan pasien covid-19,” jelasnya.

 

Cara ini sekaligus meningkatkan kesadaran pelanggar protokol akan bahaya dan sulitnya penanganan covid-19. Intinya, pidana tidak akan bertentangan dengan kondisi lapas dan rutan.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.