Jubir Pemerintah: Eijkman Indonesia Sudah Komitmen Fokus Cari Vaksin Corona

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah mengaku turut bekerja sama dengan lembaga lain untuk menangani virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Salah satunya, dengan menggandeng Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute yang saat ini tengah fokus mencari vaksin virus Corona.

“Mereka (Eijkman) sudah komit fokus dalam membangun kemungkinan bisa didapatkannya vaksin,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Rabu, 11 Maret 2020.

Pemerintah, kata dia, mendukung segala upaya yang dilakukan lembaga Eijkman menemukan vaksin. Dengan begitu, Eijkman bersama Lembaga Penyakit Tropis dari Universitas Airlangga (Unair) bisa lebih berkonsentrasi mencari vaksin yang dapat menekan penyebaran Corona.

“Eijkman sudah fokus ke sana (menemukan vaksin) dan kita support itu. Sehingga bisa full berkonsentrasi bersama (lembaga) penyakit tropis dari Unair jadi mengarah membangun mencari vaksin,” jelas Yurianto.

Hingga kini, total ada 34 kasus virus corona di Indonesia. Di mana, 20 kasus di antaranya adalah imported case atau pasiennya terinfeksi virus Corona di luar negeri.

Sementara itu, satu pasien Corona di Indonesia dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah seorang WNA berusia 53 tahun.

Pemerintah menyatakan, pasien yang teridentifikasi sebagai kasus 25 memiliki beberapa penyakit bawaan sebelum positif Corona. Mulai dari, diabetes, hipertensi, hingga paru obstruksi yang sudah menahun.

Pasien Sembuh

Pasien positif virus Corona (Covid-19) yang merupakan salah satu kru kapal Diamond Princess sudah dinyatakan sembuh. Meski begitu, pasien belum mau pulang meski telah diizinkan oleh pihak rumah sakit.

Pasien yang teridentifikasi sebagai kasus nomor 6 ini tak mau pulang lantaran masih menunggu teman-temannya rampung menjalani masa observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Total ada 68 kru Diamond Princess yang diobservasi di sana.

“Pasien 6 sebenarnya sudah boleh pulang, cuma kayaknya dia enggak langsung pulang. Menunggu teman-temannya di Sebaru,” kata juru bicara pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Menurut dia, pasien kasus 6 itu mengaku khawatir akan ditanya oleh para kerabat terkait kondisi kru kapal lainnya, sehingga memilih menunggu teman-temannya menyelesaikan masa observasi terkait Corona. Selama menunggu, pemerintah akan mencarikan tempat tinggal sementara untuk pasien kasus 6 tersebut.

“Kan teman-temannya belum pada pulang, dia enggak mau mendahului. Takut tetangga-tetangganya nanyain, ‘Saudara saya di mana’. Jadi mereka menjaga toleransi itu. Nanti saya akan carikan tempat,” jelas Yurianto.

Baca berita selengkapnya di sini.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.