Jokowi Dinilai Tak Perlu Keluarkan Keppres untuk Cabut Kewarganegaraan Eks ISIS

Liputan6.com, Jakarta – Pengajar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono mengatakan, kewarganegaraan Indonesia eks kombatan ISIS otomatis hilang. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

“Kalau berdasarkan undang-undang, sebetulnya otomatis hilang. Di Undang-Undang Tentang Kewarganegaraan kan mengatakan begitu,” kata dia, saat ditemui, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Karena itulah, dia memandang, tidak perlu lagi Presiden Joko Widodo atau (Jokowi) mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang berkaitan dengan pencabutan status kewarganegaraan para eks kombatan ISIS tersebut. Sebab basis legalitas hilangnya kewarganegaraan eks kombatan ISIS sudah ada dalam undang undang.

“Nggak perlu. Kalau Keppres itu untuk memberi payung penguatan. Tapi bukan dasar legal dia hilang atau tidak. Kalau menurut undang-undang kan otomatis hilang,” ujar Edy.

Menurut dia, yang harus menjadi pertimbangan terkait rencana pemulangan eks kombatan ISIS, yakni aspek keselamatan. “Pertimbangan utama kemarin adalah masalah keamanan. Bukan dari yang lain. Kalau dari masalah keamanan masing-masing negara punya pertimbangan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan negara, Edy mengaku setuju dengan keputusan Presiden yang menolak memulangkan eks kombatan ISIS ke Indonesia.

“Saya kira keputusan Presiden itu sudah tepat. Dan pertimbangan utamanya masalah keamanan. Kita juga belum tahu kan, di sana itu siapa. Lalu yang kita pentingkan kan keselamatan dari 270 juta (rakyat Indonesia),” tandas Edy.

Baca berita selengkapnya di sini.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.