Covid-19 di DKI Mengkhawatirkan, Ferdinand: Hasil Kerja Senyap Anies Baswedan

JAKARTA – Grafik penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta semakin mengkhawatirkan. Kategori zona merah hampir merata di tiap wilayah kota berjuluk metropolitan itu. Kenyataan ini yang kemudian membuat Ferdinand Hutahaean berang.

 

Politisi Partai Demokrat itu menyayangkan kinerja Gubernur Anies Baswedan yang dinilai sangat lamban dalam penanganan Covid-19 di ibukota.

 

Jika dilihat grafik hari ini, Rabu (29/7/2020) penambahan kasus positif Covid-19 di DKI sebanyak 584 kasus. Jika ditotal dengan kasus positif kemarin yang mencatatkan 19.886 kasus, maka jumlah kasus positif di Jakarta per hari ini telah menembus angka 20.470 kasus.

 

Angka ini, menurut Ferdinand merupakan hasil kerja senyap dan sunyi Anies Baswedan sehingga Jakarta merah semua.

 

“Hasil kerja senyap dan sunyi!! Pembelaan diri nanti bilang bahwa Jakarta sedang meningkatkan pengujian / test kepada masyarakat. Semakin ditingkatkan test semakin banyak positif ditemukan,” ujar Ferdinand di laman Twitter pribadinya @FerdinandHaean3, Rabu (29/7/2020).

 

Ia menilai peningkatan kasus di Jakarta yang begitu signifikan bukanlah sebuah prestasi pejabatnya yang patut dibanggakan.

 

“Itu bukan prestasi Nies, tapi bukti di Jakarta banyak yang positif akibat kinerjamu cuma retorika,” ketusnya lagi.

 

Ferdinand pun mengingatkan masyarakat khususnya di Jakarta untuk sadar diri menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Imbauan ini sebagai bentuk antipatinya terhadap kinerja buruk sang gubernur

 

“Tetap jaga kesehatan selalu kawan-kawan, jaga immunitas tubuh, jauhi kerumunan, gunakan masker..!! Gubernur Jakarta sedang sunyi senyap, jadi jangan berharap ada kinerja positif menekan penularan covid..!!” pungkas Ferdinand.

 

Sebelumnya, Anies beralasan tingginya jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta lantaran pemerintah terus mencari orang-orang yang terpapar.

 

“Kenapa di Jakarta jumlahnya tinggi? Karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar, lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya,” tegas mantan Mendikbud itu.

 

Anies mengklaim dalam sepekan terakhir, Jakarta telah melakukan tes terhadap sekitar 43 ribu orang dengan kapasitas tes di Jakarta minimal 10 ribu orang per minggu.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.