900 Warga Tembagapura Mengungsi ke Timika Akibat Teror KKB

JAYAPURA – Jumlah warga yang mengungsi karena mendapat teror dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus bertambah. Hingga Sabtu (7/3/2020) malam jumlah yang mengungsi ke Timika karena takut diteror KKB diperkirakan mencapai 900 orang.

 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan, ratusan warga ini datang dari empat kampung yang ada di sekitar Distrik Tembagapura.

 

“Ratusan warga ini datang dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, Kampung Kimbeli dan dari Kampung Banti. Rata-rata yang mengungsi ini karena takut diteror oleh kelompok kriminal bersenjata,” kata Kamal, Sabtu (7/3) malam.

 

Kamal mengatakan, warga terpaksa mengungsi karena kampung mereka didatangi oleh kelompok kriminal bersenjata ( (KKB) yang melakukan teror terhadap warga setempat.

 

“Alasan warga ingin mengungsi ke Timika karena suasana di kampung sudah tidak nyaman. Mereka didatangi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan menempati kampung mereka, bahkan pengakuan warga kelompok ini meminta makanan dengan menodongkan senjata,”ujarnya.

 

Kamal menambahkan, warga yang datang ke Polsek Tembagapura didata oleh anggota dan difasilitasi untuk kembali ke Timika.

 

“Setiap warga yang selesai didata langsung diberangkatkan ke Timika menggunakan bus yang sudah disiapkan. Dalam perjalaanan dari Tembagapura ke Timika dikawal oleh anggota TNI-Polri,” terangnya.

 

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  (TPNPB-OPM), Sebby Sembom, membantah jika pihaknya melakukan teror dan intimidasi terhadap warga di beberapa kampung di Tembagapura, Kabupaten Mimika.

 

Menurutnya, ratusan warga mengungsi bukan karena takut dengan TPNPB, melainkan takut dengan kejahatan yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri.

 

“Warga yang mengungsi ke Timika bukan takut pada pasukan kami (TPNPB) tetapi mereka takut pada kejahatan pasukan keamanan Indonesia. TNI-Polri telah melakukan penipuan publik untuk melegitimasi rakyat papua agar kami dianggap jahat, padahal itu tidak benar,” kata Sebby Sembom, Sabtu (7/3/2020) sore.

 

Sebby menyebut, masyarakat yang ada di Tembagapura merupakan keluarga dari pasukan TPNPB, sehingga tidak mungkin mereka melakukan teror kepada mereka.

 

“Warga yang ada di situ adalah keluarga kami, jadi tidak mungkin pasukan TPNPB-OPM melakukan teror terhadap mereka. Ini adalah permainan militer Indonesia,” sebutnya.

 

Menurut Sebby, cara yang digunakan oleh TNI-Polri adalah cara yang sama seperti kejadian tahun 2017 di Banti.

 

“Cara ini yang digunakan pada tahun 2017 lalu. Mereka menghasut warga untuk pindah ke Timika, lalu mereka melakukan operasi militer untuk mengejar pasukan kami. Ini adalah cara kuno yang dilakukan oleh aparat Indonesia,” ujar Sebby.

 

Ia menegaskan, TPNPB-OPM tidak akan mundur, pihaknya akan tetap melakukan penyerangan hingga mendapatkan kemerdekaan bagi bangsa Papua.

 

“Perjuangan kami adalah untuk kemerdekaan bangsa Papua, dan seluruh masyarakat mendukung kami, tidak mungkin mereka membenci kami. Kami punya satu tekad yang sama yakni berdiri sebagai bangsa yang merdeka dan bebas dari penjajahan Indonesia,” tegasnya.

Sumber

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.